Jumat, 02 Maret 2012

sudut - sudut kota jogja






Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

IMLEK 2563










Imlek adalah tradisi pergantian tahun. Sehingga yang merayakan Imlek ini seluruh etnis Tiongha apapun agamanya, bahkan menurut Sidharta, Ketua Walubi, masyarakat Tiongha Muslim juga merayakan Imlek.

Asal-usul Imlek berasal dari Tiongkok. Hari Raya Imlek merupakan istilah umum, kalau dalam bahasa Cina disebut dengan Chung Ciea yang berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada bulan Februari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan sudah mulainya musim semi.

Dulunya, Negeri Tiongkok dikenal sebagai negara agraris. Setelah musim dingin berlalu, masyarakat mulai bercocok tanam dan panen. Tibanya masa panen bersamaan waktunya dengan musim semi, cuaca cerah, bunga-bunga mekar dan berkembang. Lalu musim panen ini dirayakan oleh masyarakat. Kegembiraan itu tergambar jelas dari sikap masyarakat yang saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai, kepada keluarga, kerabat, teman dan handai taulan. Gong Xi Fa Cai artinya ucapan selamat dan semoga banyak rezeki.

Adat ini kemudian di bawa oleh masyarakat Tiongha ke manapun dia merantau, termasuk ke Indonesia. Dulunya, pada masa Bung Karno, perayaan ini boleh dirayakan tapi ketika masa Orde Baru, perayaan Imlek dibatasi. Presiden Soeharto mengeluarkan SK yang isinya mengizinkan, namun dirayakan di tempat tertutup. Setelah reformasi bergulir, pemerintah memberikan kelonggaran, terutamapada masa pemerintahan Gus Dur. Dan selanjutnya Hari Raya Imlek menjadi hari fakultatif dan Imlek dijadikan salah satu hari besar nasional sampai dengan sekarang ini. EUSEBIOCHRYSNAMURTI

Rabu, 29 Februari 2012

Rabu, 04 Januari 2012

MUDIK ala Kereta Api Ekonomi








Mudik menggunakan jasa kereta api memang sangat digemari banyak masyarakat, terlebih untuk golongan kelas bawah. untuk Mudik pada waktu lebaran memang butuh perjuangan yang ekstra. Dari berebut mencari tiket, berebut masuk peron, hingga berebut untuk masuk ke dalam gerbong kereta. Hal ini sangatlah lumrah untuk pengguna jasa kereta api. Joko misalnya, pengguna jasa kereta api yang sudah memakai jasa angkutan ini hampir 10tahun mengakui bahwa tidak ada pilihan lain untuk sampai kekampung halamannya karena terbebani masalah materi, ia mengakui kereta api merupakan angkutan yang murah meriah yang bisa mengangkutnya sampai kekampung halaman tercinta agar bisa berlebaran bersama-sama dengan keluarga. Betul apa yang telah dikatakan Joko, memang begitu keadaan yang ada didalam kereta api jenis ekonomi ini. Belum lagi saat didalam kereta untuk mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk harus rela berdiri sampai kampung halamannya. Sungguh tragis melihat apa yang terjadi didalamnya. Tapi bagaimanapun keadaan itu seakan-akan musnah ketika niat untuk berlebaran bersama sanak keluarga dikampung halaman menjadi kenyataan. ( Eusebio Chrysnamurti )

Sabtu, 21 Mei 2011

Orang Pinggiran


orang-orang yang hidup seadanya dan berada pada garis kemisikinan ya itulah yang terlintas dipikiran kita ketika mendengar kata "orang pinggiran". Ini masalah serius yang ada di DKI JAKARTA saat ini. Ketika sudah banyak tumbuh gedung-gedung pencakar langit dikota ini,nyatanya masih saja ada orang-orang yang masih hidup digaris kemiskinan yang hidup dari pinggir rel kereta api yang jelas-jelas membahayakan dirinya sendiri tetapi mereka berani melakukannya karena demi satu tujuan untuk melangsungkan kehidupannya.

Rabu, 11 Mei 2011

PR Akuntan 2012

Setelah diresmikannya bahwa pada tahun 2012 nanti Indonesia akan beralih sistem pencatatan keuangan dari SAK ke IFRS ternyata menimbulkan beberapa polemik yang terjadi antara para Akuntan yang masih menempuh pendidikan maupun Akuntan yang sudah terjun dilapangan.

Didunia perkuliahaan contohnya yang dialami oleh para calon Akuntan, mereka bisa dibilang cukup sulit dalam memperoleh informasi mengenai IFRS. Hal ini terjadi karena pada kenyataannya bahwa yang di jadikan pada bahan ajar di perguruan tinggi masing-masing kampus ini masih menggunakan sistem SAK yang seharusnya sudah tidak perlu kita pelajari lagi dan kita harus belajar mengenai sistem IFRS ini. Para calon Akuntan muda ini pun harus keluar dari kampus untuk memperoleh informasi mengenai IFRS,bahkan yang lebih parahnya lagi para Dosen pengajar yang seharusnya membimbing mahasiswa ini juga masih jarang yang memahami apa itu IFRS.

Hal ini hampir sama dengan apa yang terjadi dengan para Akuntan yang sudah terjun dilapangan. Mereka juga masih bingung tentang IFRS ini. Mereka tidak tahu harus kemana mereka mencari informasi yang akurat tentang sistem ini.

Seharusnya Sistem IFRS ini harus lebih disosialisasikan lagi serta diberikan pengetahuan untuk penerapannya kepada seluruh Akuntan yang ada di Indonesia agar sistem yang katanya mengikuti standar internasional ini dapat berkerja secara efektif dan efisien dalam penerapan. Jika hal itu saja sulit ditemukan,rasanya sangat pesimis untuk 2012 dalam penerapan IFRS ini. Bisa jadi IFRS ini bisa menghancurkan perekonomian negeri ini dan menghancurkan para Akuntan anak bangsa kita yang masih minim pengetahuan tentang IFRS. Perusahaan pasti lebih memilih Akuntan dari luar negeri yang justru akan mematikan para Akuntan anak bangsa ini.

Maka dari itu pemerintah seharusnya lebih melirik dan memperhatikan nasib para Akuntan bangsa ini untuk memahami apa itu sistem IFRS ? dan dapat menerapkannya di INDONESIA. Kalau sampai pemerintah tidak dapat mengurusi hal ini lebih baik tutup saja FAKULAS EKONOMI yang ada di INDONESIA agar tidak mucul Akuntan-Akuntan anak bangsa ini yang pada nantinya hanya akan menjadi penonton para Bule-Bule PEMBUAL yang kembali menjajah negri ini.

Eusebio Chrysnamurti

Sabtu, 30 April 2011

Leader of Jakmania











"Tak kenal lelah pantang menyerah hadapilah lawanmu
OREN SEJATI takkan berhenti
PERSIJA SAMPAI MATI "

yaitulah sepenggalan lagu dari suporter Persija Jakarta yang biasa di sebut The Jakmania yang selalu berkumandang dimana pun saat persija bertanding.
Sungguh luar biasa seorang wanita muda yang dengan semangat seperti kartini bisa memimpin ribuan Jakmania bersorak-sorai mendukung tim kebanggangan Ibukota Jakarta.
Ia adalah Nur Halimah alias Enung yang masih mengenyam pendidikan tingkat akhir di SMA N 5 Sumurbatu,Jakarta itu ternyata merupakan satu-satunya dirjen wanita dari The Jakmania yang selalu mengawal pasukan oren itu beratraksi didalam stadion selama pertangdingan berlangsung.
JakAngel yang mengidolai Aliyudin ini juga sangat mencintai dan menggeluti dunia sepakbola,terbukti dengan kesertaannya mengikuti ekstrakulikulier Futsal disekolahnya.
Bahkan sungguh luar biasa kecintaanya terhadap Persija Jakarta ini,dia rela meninggalkan kota Jakarta demi mengikuti Tour keluar kota hanya untuk mendukung tim kebanggaannya dan yang lebih hebatnya lagi,ia dikenal sebagai sosok dirjen The Jakmania yang selalu bisa membawa suasana didalam stadion memimpin pasukan oren beratraksi didalam stadion demi satu tekad Persija Menang dan Juara.Eusebio Chrysnamurti/I-Fotografi