Senin, 09 April 2012

Banjir banjir banjir

Curah hujan yang tinggi membuat banjir pun tak terelakan lagi. Komplek IKPN kembali terendam banjir setinggi 50cm-100cm akibat meluapnya kali pesanggrahan yang tepat bersebelahan dengan komplek tersebut. Mereka tak bisa berbuat banyak selain pasrah. Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun dan sampai sekarang masih saja terus terjadi banjir . Harapan akan datangnya bantuan agar tidak terjadi banjir merupakan angan-angan seluruh warga IKPN agar mereka dapat melupakan banjir dikawasan ini untuk selama-lamanya. EusebioChrysnamurti/2012





blues meet jazz

Di era globalisasi ini, Industri musik Indonesia merupakan industri yang sangat diminati banyak kalangan. Bagaimana tidak, musik tidak akan lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini. Kita lihat saja di jalanan, di angkot, di bis, di sekolah, di kampus bahkan di kantor pun masyarakat pada umumnya tidak dapat terlepas dari musik. Tetapi Industri musik sekarang pada umumnya diisi oleh musik-musik yang bisa dibilang kurang menggairahkan karena musik yang ada dikalangan masyarakat sekarang ini kurang dapat dijiwai didalam lubuk hati kita yang paling dalam. 

Musik masa kini telah dihiasi oleh musik-musik cinta yang hanya itu-itu saja bahkan bila kita mendengarkan secara terus menerus, baru 2hari mendengarkan lagu itu saja kita sudah bosan. Seakan-akan musik saat ini telah kehilangan arah dan kurang dapat dijiwai oleh kalangan masyarkat. Padahal diluar sana masih banyak musik-musik berkualitas yang mampu bersaing. Aliran musik di Indonesia sangat beragam, dari pop, rock, SKA, rege, jazz, rock n roll hingga blues dsb. 

Tetapi saat ini Musik Blues telah memenuhi Jazz didalam penjiwaan setiap pendengarnya. Pendengar musik yang pada umumnya merupakan kalangan muda sangat suka dan menyenangi aliran musik ini terbukti dalam acara BLUES meet JAZZ yang diselanggarakan di Sumarrecon, Serpong BSD yang menampilkan Tiga musisi INDIE tanah air dari tiga aliran musik yang berbeda tampil dalam satu panggung di "Musical March" Summarecon Mal Serpong (SMS), Sabtu (31/3/2012) malam. Musical March 2012 menghadirkan Gugun Blues Shelter, Endah n' Resha, dan Barry Likumahuwa Project. Mereka memang sudah beberapa kali bertemu saat mengisi suatu acara musik. Namun kali ini ketiganya tak hanya manggung sendiri-sendiri, tapi ada dalam satu panggung, bernyanyi bersama dalam "Blues Meet Jazz". Untuk pertama kalinya mereka tampil dalam satu panggung membawakan dua buah lagu dengan aransemen ulang ketiganya. Tiga basis, dua drummer, tiga gitaris, tiga vokalis, satu keyboardis, dan satu pemain saxophone membaur dan membentuk alunan musik bervariasi.

“Gugun Blues Shelter lebih kuat di blues, Barry kuat di jazz-nya, dan kita (Endah n' Resha) mungkin lebih kuat di akustiknya. Jadi Blues Meet Jazz, meet-nya itu kita, he-he-he,” kata Resha. 
“Ini mungkin pertama kali yang kami lakukan, dan ketika ide atau konsep ini keluar pun, tanpa pikir panjang langung sepakat: Yuk kita lakukan!" Kata Endah.

Setelah meraka masing-masing menghadirkan musik dengan label mereka masing-masing, ketiga grup ini mulai naik ke atas panggung. Mereka terlihat kompak mengenakan baju serba putih. Pertama mereka menyanyikan lagu berjudul "Come Together" yang pernah dipopulerkan oleh The Beatles. Kemudian disusul lagu "Feel Good". Masing-masing lagu dimainkan lebih dari 10 menit dengan porsi permainan yang telah diatur sedemikian rupa. Mereka menjelaskan kolaborasi ini bukanlah hal yang mudah karena membawakan satu lagu dengan tiga genre musik berbeda yang dijadikan satu. Pemilihan lagu pun hingga memakan waktu lebih dari satu jam. Namun dengan latihan yang kompak dari ketiganya, kolaborasi ini justru menciptakan suatu nuansa musik yang baru. Ketiganya telah menampilkan permainan musik berkualitas. "Energinya dapet banget, tiga warna ini jadi satu banget," kata Gugun (vokalis Gugun Blues Shelter). 

 Musical March sukses menyedot ribuan penonton. Inilah bentuk musik yang benar-benar dicari dan dibutuhkan masyarakat saat ini. Terbukti Blues telah memenuhi Jazz sehingga masyarakat teramat cinta dengan musik ini. Musik tentang kebebasan dan emosi jiwa pemainnya telah dinantikan oleh seluruh pecinta musik di Tanah Air Indonesia ini. EusebioChrysnamurti/2012


Minggu, 08 April 2012

Demonstrasi Rencana Kenaikan BBM

Rencana pemerintah menaikan harga BBM mulai tanggal 1 April 2012 mendapatkan banyak kritikan dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia, polisi mulai mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan rencana demonstrasi besar-besaran di sejumlah titik aksi. Terjadi demostrasi besar-besaran di sejumlah daerah yang meliputi Buruh,Mahasiswa,Petani,Nelayan Bahkan beberapa Partai Politik pun ikut menyuarakan untuk menolak harga kenaikan BBM karena dianggap bahwa pemerintahan telah salah dalam menaikan harga BBM. PDI Perjuangan lah yang paling vokal dalam masalah ini dalam memutuskan menolak usul kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diwacanakan pemerintah akan diberlakukan pada 1 April 2012. "PDI Perjuangan memiliki tiga opsi soal rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yakni pembatasan BBM bersubsidi, menaikkan harga BBM, serta tidak menaikkan harga BBM," kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Banyak kalangan menganggap bahwa Partai bermoncong putih ini ingin melakukan pencitraan dengan menggerakkan demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Tapi semoga saja mereka melakukan hal tersebut untuk mengaspirasikan suara rakyat Indonesia. EusebioChrysnamurti

Jumat, 23 Maret 2012

Pameran Dasar Fotografi UKM MPF I-Fotografi UHAMKA tahun 2010 (waktu caang VIII)




sisa foto-foto waktu pameran dasar fotografi saat masih menempuh pendidikan di UKM MPF I-FOTOGRAFI UHAMKA..2009-2011 angkatan VIII (DELAPAN)

"Ragam Baduy"













Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Cara hidup yang dipilih oleh orang Baduy seperti tampak pada saat ini dalam kehidupan mereka sehari-hari yang telah berlangsung selama ratusan tahun, dari abad ke abad, sejak jaman pertama kali mereka terekam sejarah. Tak banyak yang berubah, dari mulai bagaimana cara mereka menanam padi hingga cara mereka menolak hal-hal yang datang dari luar yang boleh jadi kita menyebutnya sebagai kemodernan, kemajuan peradaban.Kegiatan Masyarakat disini adalah bertani dan membuat kerajinan khas BADUY.
Masyarakat Baduy sangat terbuka kepada setiap orang yang masuk atau berkunjung ke desa ini. Mereka teramat ramah dan merasa senang sekali setiap kali berdatangan orang lain. Mereka sangat terbuka dan sangat menyambut dengan tangan terbuka, hal inilah yang sudah sulit sekali ditemukan di kota-kota besar. Nilai-nilai kemanusian yang cukup besar sungguh terekam jelas pada masyarakat BADUY, masyarakat yang masih memegang teguh dan melestarikan kepercayaan-kepercayaan nenek moyang mereka.

Jumat, 02 Maret 2012

sudut - sudut kota jogja






Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

IMLEK 2563










Imlek adalah tradisi pergantian tahun. Sehingga yang merayakan Imlek ini seluruh etnis Tiongha apapun agamanya, bahkan menurut Sidharta, Ketua Walubi, masyarakat Tiongha Muslim juga merayakan Imlek.

Asal-usul Imlek berasal dari Tiongkok. Hari Raya Imlek merupakan istilah umum, kalau dalam bahasa Cina disebut dengan Chung Ciea yang berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada bulan Februari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan sudah mulainya musim semi.

Dulunya, Negeri Tiongkok dikenal sebagai negara agraris. Setelah musim dingin berlalu, masyarakat mulai bercocok tanam dan panen. Tibanya masa panen bersamaan waktunya dengan musim semi, cuaca cerah, bunga-bunga mekar dan berkembang. Lalu musim panen ini dirayakan oleh masyarakat. Kegembiraan itu tergambar jelas dari sikap masyarakat yang saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai, kepada keluarga, kerabat, teman dan handai taulan. Gong Xi Fa Cai artinya ucapan selamat dan semoga banyak rezeki.

Adat ini kemudian di bawa oleh masyarakat Tiongha ke manapun dia merantau, termasuk ke Indonesia. Dulunya, pada masa Bung Karno, perayaan ini boleh dirayakan tapi ketika masa Orde Baru, perayaan Imlek dibatasi. Presiden Soeharto mengeluarkan SK yang isinya mengizinkan, namun dirayakan di tempat tertutup. Setelah reformasi bergulir, pemerintah memberikan kelonggaran, terutamapada masa pemerintahan Gus Dur. Dan selanjutnya Hari Raya Imlek menjadi hari fakultatif dan Imlek dijadikan salah satu hari besar nasional sampai dengan sekarang ini. EUSEBIOCHRYSNAMURTI